MISTERI TEMAN KAMPUS
Oleh : Indah Jewel
Tidak terasa aku sudah masuk universitas, perasaan baru kemarin aku duduk dibangku SMK, tetapi aku senang karena sekarang sudah jadi mahasiswa. Aku baru mengenal kampus ini saat ospek saja, itu juga tidak secara keseluruhan karena waktu yang terbatas. Aku terpisah sendiri dari teman-teman SMK ku, mereka rata-rata bekerja dan jika tidak bekerja mungkin menganggur. Begitu juga dengan teman SMP ku, satupun dari mereka, aku tidak pernah bertemu lagi, entah dimana mereka meneruskan sekolah.
Hari demi hari dan bulan demi bulan hingga tahun sudah berganti, sekarang aku sudah semester empat. Begitu cepatnya berlalu sang waktu ini. Dan yang aku bingung, kenapa masalah ini selalu menghantuiku, yaitu seseorang yang sering ku lihat di lantai tiga ruang 305, orang itu mirip dengan temanku. Karena kelasku di lantai empat jadi aku sering melihatnya. Tetapi ketika aku mencoba mendekatinya, wajahnya berubah menjadi orang yang tidak aku kenal. Lalu ketika aku menanyakan namanya, ternyata bukan. Sebenarnya apa yang terjadi denganku. Aku juga mencoba menanyakan apa ada nama mahasiswa yang ku maksud, ternyata memang tidak ada. Jadi selama ini siapa orang yang aku lihat itu. Orang itu selalu berdiri di depan pintu ruang 305. Di pagi hari kira-kira jam 07.00, saat aku baru tiba di kampus dan melewati lantai tiga itu. Yang bikin bulu kuduk ku berdiri adalah orang itu selalu tersenyum padaku. Jadi sekarang jika aku ke kampus lantai empat, aku selalu bareng sama orang yang memang ingin ke lantai empat. Tetapi aku heran, jika aku bersama seseorang, justru perempuan itu tidak ada di depan pintu 305. Aku jadi tambah parno aja.
Aku tidak mengerti kenapa wajah perempuan itu mirip dengan teman SMP ku. Ada satu orang sahabatku saat di SMP, namanya Maya. Aku sangat dekat dan akrab dengan dia, padahal dia beda agama denganku. Yang aku sesalkan adalah aku tidak pernah bertemu dengan dia lagi dan kami benar-benar kehilangan komunikasi. Aku juga mencari dia di jejaring sosial, facebook, tapi tidak ada juga. Tapi aku yakin jika memang jodoh pasti nanti kami bertemu lagi. Atau apakah terjadi sesuatu dengan dia. Lalu dia mencoba mencariku dan berusaha memberitahuku lewat bayangan itu. Tapi tidak mungkin, itu kan hanya ada di film-film horror Indonesia. Jika benar, apa yang harus aku lakukan. Masa aku harus memanggil dukun atau orang pintar atau sejenisnya. Tapi aku tidak pernah percaya pada hal-hal seperti itu.
Keesokan harinya aku memberanikan diri menaiki lantai tiga dengan tidak membawa teman, lalu ketika aku melihat kearah pintu 305, tidak ada apa-apa. Aku tunggu hingga lima menit, tetap tidak ada. Apa itu pertanda bahwa memang tidak ada apa-apa. Mungkin selama ini aku hanya berhalusinasi saja. Sekarang aku sudah bisa tenang. Hari ini jam kedua tidak ada dosen. Aku pergi ke warnet untuk buka facebook atau mencari bahan-bahan materi untuk tugasku. Saat aku buka facebook, ternyata ada satu permintaan pertemanan baru, ketika aku klik, muncul nama dan foto yang sepertinya tidak asing bagiku, disitu juga ada pesan. Namanya Maya Melinda, pesannya berisi bahwa dia adalah teman SMP ku dan apakah aku masih ingat dengan dia. Begitu juga dengan fotonya, memang benar itu Maya, tidak ada yang berubah sama sekali. Dan itu baru terjadi pagi ini. Saat aku mengkonfirmasinya, dia langsung online, jadi kami langsung mengobrol lewat chat.
Aku sungguh terkejut melihat tulisannya, dia menulis nama universitasnya saat ini, yaitu dia kuliah di universitas yang sama dengan ku. Akupun teringat kejadian selama ini dan yang mengejutkan lagi, kejadian tadi pagi, yaitu bayangan perempuan di depan pintu 305, tidak ada lagi. Apa ini artinya, bayangan itu memang benar, mengisyratkan padaku bahwa temanku itu, Maya, dia ada di kampus ini juga. Bayangan itu menghilang lalu aku bertemu temanku, Maya, di facebook. Kupikir tadinya, ini adalah pertanda buruk untukku. Dan sekarang aku benar-benar sudah bisa tenang. Temanku bilang, dia juga terus mencariku di facebook tetapi baru sekarang ketemunya. Ternyata selama ini kami satu kampus. Akhirnya terpecahkan juga misteri teman kampus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar