GENK HIFY GIRLS
OLEH : INDAH
Jarum jam mengarah ke angka duabelas, waktunya istirahat, karena masih ada kuliah jam satu siang nanti. Semua temen-temen udah pada kebawah untuk pergi makan dan istirahat, tapi gue males ke bawah, jadi nitip aja sama Nani. Sambil buka-buka binder, memori gue pun melayang ke masa-masa di mana kebahagian terpancar dari suatu persahabatan keempat orang anak perempuan. Waktu itu, gue sama temen-temen gue masih SMP. Karena liat foto-foto dan juga tulisan mereka yang ditujukan untuk gue itu jadi bikin gue kangen banget sama mereka. Tapi sayangnya kita bertemu hanya sebentar karena kita satu kelas saat kelas tiga aja. Sampai sekarang gue belum ketemu juga sama mereka. Kita udah kepisah-pisah pas lulus SMP dan saat ini gue nggak tahu mereka dimana, sebenernya sempet punya nomer handphone mereka tapi sayangnya mereka udah pada ganti nomer dan nggak bilang-bilang. Ya akhirnya nggak pernah komunikasi lagi. Seharusnya memang nggak “lost contect” kayak gini.
Dulu kita punya “genk” yang namanya HIFY GIRLS. Genk ini terbentuk saat kita ngerjain tugas komputer yang dikerjain berkelompok dan kita iseng-iseng gabungin nama kita berempat yaitu Heti, Indah, Fransiska, dan Yunita jadilah HIFY GIRLS. Kita bikin genk ini bukan karena memiliki persamaan justru karena kita memiliki banyak perbedaan. Hanya ada satu persamaan yaitu kita adalah sama-sama perempuan. Heti adalah anak yang cukup manja karena dia adalah anak bungsu atau anak terakhir. Dia itu anak yang rajin tapi rajin nyontek, apalagi kalau ada PR, pasti sebelum guru dateng, dia udah keliling memeriksa jawaban temen-temennya termasuk kita bertiga. Udah gitu, dia anak yang banyak omong. Kalo ada dia rame banget deh. Heti punya postur tubuh yang cukup gemuk, jadi kita sering manggil dia “doraemon”.
Dan nama gue Indah, gue anak yang pendiem dan nggak banyak omong dan yang pasti paling pinter diantara mereka bertiga, dan karena gue nggak banyak omong, sampai-sampai Heti sering bilang kalo gue ini suaranya mahal banget kayak emas. Selanjutnya Fransiska, anak keturunan china ini punya adik lebih dari satu, jadi auranya sebagai kakak itu kentel banget, dan itu kebawa sampai ke sekolah, dia itu lumayan cerewet, dan lagi-lagi Heti punya julukan untuk Fransiska, yaitu nenek. Emang itu anak terkadang rese dan ada aja kata-katanya yang bikin suasana jadi rame. Dan yang terakhir, Yunita, adalah anak yang memiliki postur tubuh paling tinggi di HIFY GIRLS ini dan dia juga termasuk orang yang pendiem tapi kalo udah adu mulut sama Heti, dia nggak akan mau ngalah. Tapi semua itu sudah berlalu. Masa-masa dimana perubahan dari anak-anak beranjak remaja. Kisah cintapun sempat terukir dari salah seorang dari kita berempat. Dulu mungkin masa-masa itu sesuatu yang aneh tapi menjadi kenangan yang berharga ketika kita sudah melewatinya.
Akhirnya gue ketemu mereka pada saat reuni SMP kita. Padahal gue udah nyari mereka di situs pertemanan yang sekarang ini sedang tren dikalangan remaja. Tetapi nggak ada satu orang pun dari mereka yang gue temui. Mungkin saja Heti, Fransiska, dan Yunita membuat akun bukan dengan dengan nama asli mereka. Dan saat gue lagi nyari-nyari, gue nemuin grup SMP kita, dan ternyata disitu tertulis akan ada reuni dari angkatan gue. Gue langsung aja mencatat info tersebut. Gue berharap bisa bertemu dengan mereka. Dan ternyata gue bisa ketemu dengan Heti, Fransiska, dan Yunita lagi. Gue seneng banget. Serasa kembali lagi ke masa SMP. Dan yang bikin gue jadi kaget banget pas kita ngobrol-ngobrol yaitu si Fransiska kuliah dikampus yang sama ma gue. Selama ini sebenernya kita deket banget, tapi sayang, waktu nggak pernah mempertemukan kita.
Kisah yang sangat sederhana ini gue persembahkan untuk temen-temen gue “HIFY GIRLS”. Yaitu Heti, Fransiska, dan Yunita.
Semoga cerita ini dapat berkenan dihati kalian teman.... terimakasih sudah pernah mau menjadi sahabatku...dan semoga kalian akan terus menjadi sahabatku selamanya... (^_^)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar